Klikindonesia – Bireuen, Malam yang tak terlupakan bagi masyarakat Bireuen. Lapangan Cot Gapu, Ruang Terbuka Hijau, dipenuhi warga pada Jumat malam, 10 Oktober 2025, berbondong-bondong menyaksikan pertunjukan tarian tradisional Seudati, seni budaya Aceh yang hampir punah dan kini kembali dihadirkan.
Acara utama malam itu adalah Festival Rapai, yang dimeriahkan oleh 8 peserta dari perwakilan kecamatan di Kabupaten Bireuen. Sebelum festival dimulai, pengunjung disuguhkan dengan persembahan tarian dari Sanggar Geulanta, Sanggar Mirah Delima, dan Syeh Sedati, serta penampilan spesial dari NINETIES Kabupaten Bireuen.
Walaupun cuaca kurang bersahabat, acara tetap berjalan lancar dan masyarakat tetap antusias menyaksikan pertunjukan. “Alhamdulillah, acara berjalan lancar tanpa kendala, walaupun cuaca kurang mendukung,” ujar panitia.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya melestarikan budaya Aceh, terutama tarian tradisional Seudati, serta memberikan hiburan yang menyenangkan bagi masyarakat Bireuen.
Mega











