Dr. Iswadi: Reshuffle Kabinet Harus Perkuat Integritas dan Teknokrasi, Bukan Sekadar Kompromi Politik

- Jurnalis

Rabu, 8 April 2026 - 16:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Klikindonesia, Jakarta :Wacana reshuffle kabinet kembali menjadi perhatian publik di tengah dinamika global yang semakin kompleks. Pengamat politik Dr. Iswadi menegaskan bahwa perombakan kabinet dalam pemerintahan Prabowo Subianto harus dimaknai sebagai langkah strategis untuk memperkuat integritas dan kapasitas teknokratis, bukan sekadar rutinitas politik.

Menurut Dr. Iswadi, reshuffle saat ini memiliki peran krusial dalam memulihkan kepercayaan publik terhadap pemerintah. Kepercayaan publik tidak dapat dibangun melalui retorika semata, tetapi melalui keputusan yang tegas, terukur, dan berbasis kualitas, ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa reshuffle seharusnya menjadi instrumen evaluasi dan koreksi kinerja kabinet. Dalam konteks tersebut, jabatan publik harus diisi oleh figur yang memiliki integritas tinggi dan kompetensi yang memadai, bukan hasil kompromi politik semata.

ADVERTISEMENT

paralax

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tantangan Koalisi dan Hak Prerogatif Presiden

Dr. Iswadi menyoroti bahwa dalam sistem multipartai, kompromi politik memang tidak terhindarkan. Namun, ia mengingatkan agar kompromi tidak mendominasi proses penentuan kabinet hingga menggerus kualitas pemerintahan.

Ketika kompromi berubah menjadi sekadar distribusi kekuasaan tanpa standar, maka reshuffle kehilangan makna strategisnya, tegasnya.

Ia menambahkan, dominasi kepentingan partai dalam pengisian jabatan menteri berpotensi membuat reshuffle hanya menjadi rotasi kekuasaan, bukan upaya perbaikan kinerja.

Risiko Penurunan Kepercayaan Publik

Lebih lanjut, Dr. Iswadi mengingatkan adanya risiko meningkatnya sinisme publik apabila reshuffle tidak menghasilkan perubahan yang substantif. Masyarakat, kata dia, semakin kritis dalam menilai kinerja pemerintah.

Jika publik melihat tidak ada perubahan nyata selain pergantian figur, maka harapan akan berubah menjadi ketidakpercayaan, ujarnya.

Ia juga menilai bahwa partai partai koalisi seperti Partai Golkar, Partai Demokrat, Partai Amanat Nasional, dan Partai Kebangkitan Bangsa sebenarnya memiliki banyak kader potensial. Namun, proses seleksi harus berbasis merit agar menghasilkan kabinet yang kuat.

Peran Strategis Presiden

Dr. Iswadi menekankan pentingnya menjaga hak prerogatif presiden dalam menentukan susunan kabinet. Presiden, menurutnya, harus bertindak sebagai arsitek utama pemerintahan yang memiliki kebebasan dalam memilih figur terbaik.

Presiden harus berani menolak kandidat yang tidak memenuhi standar integritas dan teknokrasi, serta memilih figur terbaik tanpa terikat pada tekanan politik, katanya.

Langkah ini dinilai penting untuk memastikan pemerintahan berjalan efektif dan mampu merespons berbagai tantangan, baik domestik maupun global.

Dr. Iswadi menyimpulkan bahwa reshuffle kabinet akan menjadi penentu arah kepemimpinan Prabowo Subianto ke depan. Momentum ini harus dimanfaatkan untuk memperkuat kualitas pemerintahan sekaligus menjaga stabilitas politik.

Jika dilakukan dengan tepat, reshuffle tidak hanya meningkatkan kinerja kabinet, tetapi juga mengembalikan kepercayaan publik. Sebaliknya, jika gagal, dampaknya bisa melemahkan efektivitas pemerintahan dan memperdalam krisis kepercayaan, pungkasnya.##

Berita Terkait

Prof Sutan Nasomal Amerika Mengirimkan Pasukan Ke Gerbang Kematian Sendiri Mengerikan Tantang Kematian Massal!!!
Dr. Iswadi Serukan Penghormatan Nasional atas Wafatnya Teungku Nyak Sandang
DPP PJS Kumpulkan Pimpinan DPD Se-Indonesia, Bahas Persiapan Final Konstituen Dewan Pers
Dr. Iswadi Tanggapi Isu Reshuffle Kabinet Merah Putih: Momentum Evaluasi dan Penguatan Kinerja Pemerintahan
Ketum SPBI Dr. Iswadi Ajak Masyarakat Jaga Persatuan dan Kepercayaan Publik Menuju Indonesia Stabil dan Maju 2029
Menjaga Marwah Demokrasi: Dr. Iswadi Tolak Narasi Menjatuhkan Pemerintahan di Luar Mekanisme Konstitusi
Menjaga Marwah Demokrasi: Dr. Iswadi Tolak Narasi Menjatuhkan Pemerintahan di Luar Mekanisme Konstitusi
Dr. Iswadi, M.Pd Nyatakan Dukungan terhadap Prabowo Subianto untuk Melanjutkan Kepemimpinan Dua Periode

Berita Terkait

Jumat, 10 April 2026 - 06:15 WIB

Prof Sutan Nasomal Amerika Mengirimkan Pasukan Ke Gerbang Kematian Sendiri Mengerikan Tantang Kematian Massal!!!

Kamis, 9 April 2026 - 21:25 WIB

Dr. Iswadi Serukan Penghormatan Nasional atas Wafatnya Teungku Nyak Sandang

Rabu, 8 April 2026 - 07:02 WIB

DPP PJS Kumpulkan Pimpinan DPD Se-Indonesia, Bahas Persiapan Final Konstituen Dewan Pers

Selasa, 7 April 2026 - 21:56 WIB

Dr. Iswadi Tanggapi Isu Reshuffle Kabinet Merah Putih: Momentum Evaluasi dan Penguatan Kinerja Pemerintahan

Selasa, 7 April 2026 - 15:53 WIB

Ketum SPBI Dr. Iswadi Ajak Masyarakat Jaga Persatuan dan Kepercayaan Publik Menuju Indonesia Stabil dan Maju 2029

Berita Terbaru