BIREUEN – Berawal dari sebuah postingan melalui media sosial (Medsos), seorang Netizen yang juga wartawan, mengaku mendapat ancaman dari seseorang yang diduga anak salah satu Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Bireuen dari Partai Golkar mewakili Daerah pemilihan (Dapil) Kecamatan Juli-Jeumpa pada pemilihan 2024 lalu.
Dugaan ancaman tersebut muncul tak lama setelah sang netizen dengan akun Facebook atas nama Epong Reza (Wartawan Liputan Bireuen).
“Dari 40 Anggota Dewan di Kabupaten Bireuen, yang ada respon terlihat memberi bantuan untuk masyarakat (Juniadi S.H) Yang juga ketua DPRK. Bireuen, (H. Muhamad amin AR, S.H) Fraksi Golkar, dan wakil Ketua DPRK, (Surya Dharma S.H) Fraksi PKB, begitu juga dengan Fraksi PA, (Samsul Admi,) Dan (Multazami,) Fraksi Partai Nanggroe Aceh, serta (Husnidar).
YANG LAIN PURA-PURA GILA, “demikian narasi kalimat yang diunggah pada postingan Facebook Epong Reza.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain itu, informasi yang dihimpun wartawan di lapangan, beberapa Anggorlta DPRK Bireuen yang ikut membantu korban banjir dan longsor di Kabupaten Bireuen antara lain Nanda Rizka (Abi Nanda), Adnen Nurdin, Saifannur, Muhammad Arif, Muhammad Niyanusi, dan Ismail dari Fraksi PKB.
Kemudian Tgk Amriadi Cureh, Muslem (Cek Lem), Tgk Sufiannur (Waled Yan Paseh) dari Partai Aceh, Nova Syamaun dari Partai Golkar serta beberapa anggota DPRK lainnya, baik dari Partai Aceh, PKS, Nasdem, dan PAN.
Menurut keterangan Netizen M.Reza Salah satu korban kepada wartawan Jumat (5/12/2025) mengatakan, ancaman tersebut melalui pesan Messenger isi pesan bernada dan mengancam dalam bahasa Aceh “apa kajet neu hapos postingan dewan nyan,bek sampe dijak dewan yang yg 33 di tet rumoh keuh”Pat gampong kah? (Hai sudah bisa dihapus postingan itu, jangan sampai datang 33 anggota dewan bakar rumah, dimana kampung kamu?-red).
Sep meu gampong kahureng,bek kayak adu domba bak masyarakat,kapike le kah dewan diyak duk bak cafe tingeh lagenyoe musibah. (Sangat kampungan kau goreng, jangan adu domba masyarakat, kau pikir anggita dewan duduk-duduk di warung kopi/cafe lagi musibah seperti ini-red),” ancam Rudi dalam bahasa Aceh.
Menurut keterangan M.Reza yang berprofesi sebagai wartawan di Kabupaten Bireuen, ancaman disampaikan melalui pesan pribadi di medsosnya. Isi pesan bernada intimidatif dan menyerang secara personal, diduga sebagai bentuk ketidakpuasan atas pemberitaan yang menyoroti minimnya kehadiran dan peran aktif wakil rakyat DPRK Kabupaten Bireuen di lokasi terdampak bencana.
Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, M.Reza mengaku belum membawa kasus ancaman ini ke pihak penegak hukum.
“Postingan yang saya tulis berdasarkan fakta yang saya ketahui dilapangan tapi justru mendapat ancaman,” sesal Reza.
Tambah Reza, karena ini sudah menyangkut ancaman apalagi menurut Keterangan intimidasi tersebut dengan adanya 33 orang dewan lain, rencana hari Senin ini Reza akan melaporkan ke Polres Bireuen.
“Rencana saya Senin depan ini akan saya lapor ke Polres Bireuen terkait ancaman yang akan membakar rumah saya,” ujar pria yang akrab disapa Epong Reza mengaku telah menyimpan bukti tangkapan layar sebagai dokumentasi dan saksi.(*)











