Dr. Iswadi Minta Menkeu Purbaya Kawal Anggaran Pendidikan Sesuai Amanat Konstitusi

- Jurnalis

Jumat, 12 September 2025 - 18:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

Jakarta- Klikindonesia

Dalam sebuah pernyataan yang disampaikan kepada wartawan Melalui pesan WhatsApp,, Jumat 12 September 2025 Dr. Iswadi seorang pemerhati kebijakan pendidikan nasional sekaligus akademisi senior, menyampaikan harapan dan desakan kepada pemerintah, khususnya kepada Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa , agar mengawal secara ketat pelaksanaan anggaran pendidikan sesuai dengan amanat konstitusi

Menurut Dr. Iswadi, pengalokasian anggaran pendidikan sebesar minimal 20 persen dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebagaimana diamanatkan dalam Pasal 31 Ayat (4) Undang-Undang Dasar 1945, bukanlah sekadar angka formalitas, melainkan komitmen moral dan hukum negara terhadap pembangunan manusia Indonesia yang berdaya saing.

ADVERTISEMENT

paralax

SCROLL TO RESUME CONTENT

Alumni Program Doktoral Manajemen Pendidikan Universitas Negeri Jakarta tersebut mengatakan Pasal 31 UUD 1945 menyatakan dengan tegas bahwa negara wajib mengalokasikan sekurang-kurangnya 20 persen dari APBN dan APBD untuk sektor pendidikan. Ini bukan ruang diskresi, melainkan mandat konstitusi yang harus dilaksanakan secara penuh dan konsisten

Dalam kesempatan tersebut, ia menyoroti sejumlah isu yang masih menjadi tantangan dalam pengelolaan anggaran pendidikan nasional. Salah satu yang menjadi sorotan adalah kurangnya transparansi dan efektivitas dalam penyaluran serta penggunaan dana pendidikan, terutama pada sektor pendidikan dasar dan menengah di daerah.

Menurutnya, meskipun alokasi anggaran pendidikan secara nominal tampak meningkat dari tahun ke tahun, namun dalam praktiknya sering kali terjadi penyimpangan orientasi. Sebagian besar anggaran justru terserap pada belanja rutin seperti gaji dan tunjangan, sementara program peningkatan kualitas guru, perbaikan sarana prasarana, serta penguatan akses pendidikan bagi kelompok marginal belum mendapat porsi yang memadai.

Kita tidak boleh hanya mengejar target 20 persen secara administratif, tetapi harus memastikan bahwa anggaran tersebut betul-betul digunakan untuk mendukung pencapaian tujuan pendidikan nasional sebagaimana tertuang dalam UU Sisdiknas, ujar Dr.Iswadi.

Ia juga menyampaikan keprihatinannya atas munculnya wacana yang hendak mengubah acuan perhitungan 20 persen anggaran pendidikan dari ‘belanja negara’ menjadi ‘pendapatan negara Menurutnya, hal ini dapat mengancam komitmen pembiayaan pendidikan dalam jangka panjang, karena akan mengurangi secara signifikan total anggaran yang seharusnya disediakan.

Dalam hal ini, Dr. Iswadi secara khusus mengajak Menteri Keuangan Purbaya untuk tidak hanya melihat pendidikan sebagai pos belanja, tetapi sebagai investasi jangka panjang bangsa.

Pendidikan adalah kunci utama bagi kemajuan peradaban. Menkeu harus menjadi garda depan dalam memastikan bahwa kebijakan fiskal yang disusun berpihak pada generasi masa depan. Pendidikan bukanlah beban anggaran, melainkan fondasi pembangunan,” ungkapnya.

Dr. Iswadi juga menyinggung pentingnya sinergi antara Kementerian Keuangan, Kementerian Pendidikan, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), serta pemerintah daerah dalam memastikan anggaran pendidikan digunakan tepat sasaran, efisien, dan akuntabel

Ia mendorong adanya sistem pemantauan dan evaluasi yang transparan, termasuk pelibatan masyarakat sipil, perguruan tinggi, serta lembaga independen dalam mengawal implementasi kebijakan anggaran pendidikan.

Kita perlu sistem check and balance yang kuat. Jangan sampai anggaran besar itu justru menguap tanpa hasil karena lemahnya pengawasan dan rendahnya akuntabilitas pelaksana kebijakan tambahnya.

Menutup pernyataannya, Dr. Iswadi menyampaikan harapannya agar di bawah kepemimpinan Menteri Keuangan Purbaya, arah kebijakan fiskal nasional tetap berpijak pada semangat konstitusi dan visi jangka panjang pembangunan manusia Indonesia.

Ia menekankan bahwa investasi pada pendidikan bukanlah pilihan, melainkan keharusan sejarah, jika Indonesia ingin menjadi bangsa yang mandiri, maju, dan berdaya saing di tengah dinamika global yang kian kompleks.

Saya percaya bahwa dengan integritas dan komitmen yang dimiliki Pak Purbaya, anggaran pendidikan dapat dijaga dengan penuh tanggung jawab. Mari kita satukan langkah untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dialokasikan untuk pendidikan, benar-benar membawa manfaat nyata bagi anak-anak Indonesia, tutup Dr. Iswadi dengan penuh harapan.##

Berita Terkait

Prof Sutan Nasomal Amerika Mengirimkan Pasukan Ke Gerbang Kematian Sendiri Mengerikan Tantang Kematian Massal!!!
Dr. Iswadi Serukan Penghormatan Nasional atas Wafatnya Teungku Nyak Sandang
Dr. Iswadi: Reshuffle Kabinet Harus Perkuat Integritas dan Teknokrasi, Bukan Sekadar Kompromi Politik
DPP PJS Kumpulkan Pimpinan DPD Se-Indonesia, Bahas Persiapan Final Konstituen Dewan Pers
Dr. Iswadi Tanggapi Isu Reshuffle Kabinet Merah Putih: Momentum Evaluasi dan Penguatan Kinerja Pemerintahan
Ketum SPBI Dr. Iswadi Ajak Masyarakat Jaga Persatuan dan Kepercayaan Publik Menuju Indonesia Stabil dan Maju 2029
Menjaga Marwah Demokrasi: Dr. Iswadi Tolak Narasi Menjatuhkan Pemerintahan di Luar Mekanisme Konstitusi
Menjaga Marwah Demokrasi: Dr. Iswadi Tolak Narasi Menjatuhkan Pemerintahan di Luar Mekanisme Konstitusi

Berita Terkait

Jumat, 10 April 2026 - 06:15 WIB

Prof Sutan Nasomal Amerika Mengirimkan Pasukan Ke Gerbang Kematian Sendiri Mengerikan Tantang Kematian Massal!!!

Kamis, 9 April 2026 - 21:25 WIB

Dr. Iswadi Serukan Penghormatan Nasional atas Wafatnya Teungku Nyak Sandang

Rabu, 8 April 2026 - 07:02 WIB

DPP PJS Kumpulkan Pimpinan DPD Se-Indonesia, Bahas Persiapan Final Konstituen Dewan Pers

Selasa, 7 April 2026 - 21:56 WIB

Dr. Iswadi Tanggapi Isu Reshuffle Kabinet Merah Putih: Momentum Evaluasi dan Penguatan Kinerja Pemerintahan

Selasa, 7 April 2026 - 15:53 WIB

Ketum SPBI Dr. Iswadi Ajak Masyarakat Jaga Persatuan dan Kepercayaan Publik Menuju Indonesia Stabil dan Maju 2029

Berita Terbaru