Penulis: Dr. Iswadi, M.Pd. Dosen Universitas Esa Unggul Jakarta
Opini : Selama puluhan tahun, isu kemerdekaan Palestina menjadi satu dari sekian banyak luka kemanusiaan yang terus menganga di tengah masyarakat dunia. Derita panjang rakyat Palestina, yang hidup di bawah penjajahan dan ketidakpastian, telah menjadi perhatian global. Namun, perhatian saja tidak pernah cukup. Dunia membutuhkan tindakan nyata, keberanian politik, dan kepemimpinan yang bersedia mengambil sikap tegas atas nama keadilan dan kemanusiaan.
Di sinilah Indonesia kini berdiri. Bukan lagi sekadar pengamat atau penyampai simpati, tetapi sebagai motor penggerak utama dalam perjuangan diplomatik menuju kemerdekaan Palestina. Perubahan sikap ini tidak terjadi begitu saja. Ia merupakan hasil dari arah kebijakan luar negeri baru yang ditandai oleh kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto , yang menempatkan prinsip keadilan dan solidaritas sebagai fondasi utama dalam berinteraksi dengan dunia.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pada bulan Juli 2025, sebuah pertemuan bersejarah digelar. Indonesia duduk sejajar dengan negara-negara besar seperti Prancis, Arab Saudi, Turki, dan puluhan negara lain dalam sebuah konferensi tingkat tinggi yang membahas langkah konkret menuju pengakuan penuh terhadap Negara Palestina. Di forum itulah, Indonesia berhasil menggalang dukungan dari 142 negara anggota PBB yang menyatakan kesediaan mereka untuk mengakui kedaulatan Palestina sebagai negara yang merdeka dan berdaulat penuh.
Ini bukan sekadar pencapaian diplomatik, tetapi sebuah titik balik dalam sejarah. Dunia menyaksikan bahwa suara Indonesia kini bukan hanya didengar, tetapi juga menjadi penentu arah kebijakan internasional dalam isu kemanusiaan yang paling kompleks di era modern.
Tentu, diplomasi bukan satu-satunya jalan yang ditempuh. Pemerintah Indonesia juga menunjukkan komitmen nyata melalui bantuan kemanusiaan langsung ke Gaza, yang dilanda krisis akibat blokade dan konflik yang berkepanjangan. Tim medis, bantuan logistik, dan dukungan psikososial dikirimkan ke wilayah tersebut dalam berbagai gelombang bantuan. Lebih dari itu, Indonesia juga memfasilitasi pendidikan bagi anak-anak Palestina, serta membuka jalur beasiswa bagi para pemuda Palestina untuk belajar di perguruan tinggi tanah air.
Ini semua menunjukkan bahwa Indonesia tidak hanya berbicara tentang kemerdekaan Palestina sebagai wacana politik, tetapi menjadikannya agenda aksi yang konkret dan berkelanjutan. Sebuah manifestasi dari amanat konstitusi UUD 1945 yang secara tegas menolak segala bentuk penjajahan di atas dunia.
Dalam pidato kenegaraan baru-baru ini, Presiden Prabowo menyampaikan bahwa perjuangan Indonesia di panggung dunia akan selalu berpihak kepada nilai-nilai keadilan, kemanusiaan, dan kedaulatan. Dukungan terhadap Palestina adalah refleksi dari identitas dan karakter bangsa Indonesia sendiri bangsa yang menjunjung tinggi perdamaian, namun tidak akan tinggal diam melihat ketidakadilan.
Peran ini tentu tidak lepas dari kerja sama lintas sektor: diplomasi oleh Kementerian Luar Negeri, dukungan dari parlemen, peran aktif masyarakat sipil, serta kontribusi nyata dari berbagai organisasi kemanusiaan. Rakyat Indonesia, dari Sabang sampai Merauke, turut menyuarakan dukungan dan mengirimkan bantuan bagi saudara-saudara kita di Palestina. Inilah bukti bahwa solidaritas Indonesia bersifat menyeluruh, bukan hanya dari pemerintah, tapi dari seluruh elemen bangsa.
Momen ini sekaligus menjadi cermin bahwa Indonesia tengah memasuki babak baru dalam peran globalnya. Bukan sebagai pengikut, melainkan sebagai pemimpin dalam isu-isu strategis dunia, khususnya dalam upaya menciptakan perdamaian yang adil dan bermartabat.
Akhirnya, kita semua menyadari bahwa kemerdekaan Palestina bukan hanya soal geopolitik atau diplomasi. Ia adalah ujian moral bagi dunia, dan Indonesia telah memilih untuk berada di sisi yang benar dalam sejarah.
Sebagaimana yang sering kita dengar, bahwa “suara kita didengar, langkah kita dilihat, dan aksi kita nyata.” Indonesia telah membuktikan bahwa dengan keberanian dan prinsip, sebuah negara berkembang dapat menjadi pemain kunci dalam percaturan dunia internasional.
Semoga langkah ini terus menginspirasi bangsa lain untuk mengambil sikap, dan pada akhirnya, dunia dapat menyaksikan lahirnya sebuah negara Palestina yang merdeka, berdaulat, dan hidup berdampingan secara damai dengan negara-negara lain di dunia.
Palestina merdeka bukan lagi sekadar wacana. Bersama Indonesia, kemerdekaan itu menjadi nyata.##











