Dr. Iswadi, M.Pd. dan Gagasan Pendidikan Membebaskan

- Jurnalis

Minggu, 26 Oktober 2025 - 19:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta : Dalam dunia pendidikan Indonesia yang sering kali terjebak dalam rutinitas administratif dan orientasi hasil semata, muncul sosok pendidik yang berusaha menghidupkan kembali ruh sejati pendidikan yakni memanusiakan manusia. Sosok itu adalah Dr. Iswadi, M.Pd., seorang pendidik, pemikir, dan penggerak yang mengabdikan dirinya untuk membangun paradigma pendidikan yang membebaskan. Gagasan gagasannya bukan sekadar wacana teoritis, melainkan refleksi mendalam dari pengalaman nyata di dunia pendidikan, terutama dalam konteks pembelajaran yang humanis, kreatif, dan berorientasi pada kemandirian peserta didik.

Dr. Iswadi memandang pendidikan bukan sekadar proses transfer pengetahuan dari guru ke siswa. Ia menegaskan bahwa pendidikan adalah proses pembebasan pembebasan dari kebodohan, keterbelakangan, ketakutan, dan ketergantungan pada otoritas yang mengekang daya kritis manusia. Dalam pandangannya, peserta didik bukanlah “gelas kosong” yang harus diisi oleh guru, melainkan individu yang memiliki potensi, pengalaman, dan kemampuan berpikir yang perlu dikembangkan. Guru, dalam konteks ini, bukanlah pusat kebenaran mutlak, melainkan fasilitator, rekan dialog, dan pemandu yang membantu siswa menemukan makna dari proses belajarnya sendiri.

Inspirasi besar Dr. Iswadi banyak berakar pada pemikiran Paulo Freire , seorang tokoh pendidikan asal Brasil yang dikenal dengan gagasan pedagogy of the oppressed atau pedagogi kaum tertindas. Seperti Freire, Dr. Iswadi menolak sistem pendidikan yang bersifat banking system yakni model pendidikan di mana guru menyimpan pengetahuan ke dalam kepala siswa tanpa memberi ruang bagi mereka untuk berpikir kritis. Bagi Dr. Iswadi, model semacam itu justru menumpulkan kesadaran, membuat siswa pasif, dan menjauhkan pendidikan dari esensinya yang membebaskan.

ADVERTISEMENT

paralax

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam berbagai kesempatan, Dr. Iswadi sering menekankan pentingnya dialog dalam pembelajaran . Dialog bukan hanya sarana komunikasi, melainkan jembatan kesetaraan antara guru dan murid. Melalui dialog, siswa dilatih untuk berpikir reflektif, mengemukakan pendapat, dan menghargai pandangan orang lain. Dengan demikian, pendidikan menjadi ruang perjumpaan antarmanusia yang saling belajar, bukan ruang kekuasaan yang hanya mengedepankan perintah dan kepatuhan. Gagasan ini sekaligus menantang praktik pendidikan yang masih otoriter dan berorientasi pada nilai ujian semata.

Selain itu, Dr. Iswadi juga menyoroti pentingnya pembelajaran kontekstual yakni pembelajaran yang berangkat dari realitas kehidupan peserta didik. Menurutnya, pengetahuan yang bermakna bukanlah yang dihafal dari buku teks, tetapi yang mampu menjawab persoalan nyata di sekitar siswa. Pendidikan harus menumbuhkan kemampuan berpikir kritis, empati sosial, dan tanggung jawab terhadap lingkungan. Dalam konteks ini, sekolah ideal adalah sekolah yang hidup bersama masyarakat, bukan institusi yang terpisah dari kehidupan sosial. Dengan begitu, peserta didik belajar memahami realitas, bukan sekadar menyesuaikan diri dengannya.

Gagasan pendidikan membebaskan ala Dr. Iswadi juga mengandung dimensi etika dan spiritualitas. Ia menegaskan bahwa kebebasan sejati tidak berarti tanpa batas atau tanpa arah. Kebebasan dalam pendidikan harus berpijak pada nilai-nilai kemanusiaan, kejujuran, dan integritas. Guru yang membebaskan bukan hanya mengajar ilmu, tetapi juga menuntun karakter. Dalam proses pembelajaran, ia menjadi teladan dalam berpikir kritis, bertindak adil, dan bersikap rendah hati. Dengan demikian, pendidikan membebaskan tidak hanya melahirkan manusia cerdas, tetapi juga manusia yang berintegritas dan berkepribadian luhur.

Dalam praktiknya, Dr. Iswadi mendorong guru guru untuk berani berinovasi dan tidak terjebak pada kurikulum yang kaku. Ia mengajak para pendidik untuk kembali pada hakikat pendidikan sebagai proses kemanusiaan yang dinamis. Menurutnya, guru yang membebaskan adalah guru yang terus belajar belajar dari pengalaman, dari peserta didik, dan dari kehidupan itu sendiri. Ia menolak sikap jumawa dalam pendidikan karena sejatinya, guru dan siswa adalah sama sama pembelajar.

Gagasan pendidikan membebaskan yang diperjuangkan Dr. Iswadi sangat relevan dengan kondisi pendidikan Indonesia masa kini. Di tengah tantangan globalisasi, digitalisasi, dan krisis moral, pendidikan yang membebaskan menjadi kebutuhan mendesak. Dunia membutuhkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kesadaran kritis, empati sosial, dan komitmen terhadap perubahan. Pendidikan yang membebaskan adalah pendidikan yang memampukan manusia untuk menjadi subjek dalam kehidupannya sendiri mampu berpikir, memilih, dan bertanggung jawab atas pilihannya.

Pada akhirnya, gagasan Dr. Iswadi, M.Pd. bukan sekadar teori pedagogis, melainkan panggilan moral bagi setiap insan pendidikan. Ia mengingatkan kita bahwa pendidikan sejati bukan tentang siapa yang paling pandai, tetapi siapa yang paling manusiawi. Dengan semangat membebaskan, pendidikan akan menjadi jalan menuju kemerdekaan berpikir dan kemuliaan hidup. Inilah warisan pemikiran yang layak dijaga dan diteruskan: pendidikan yang membebaskan, memerdekakan hati, dan menumbuhkan manusia seutuhnya.##

Berita Terkait

Prof Sutan Nasomal Amerika Mengirimkan Pasukan Ke Gerbang Kematian Sendiri Mengerikan Tantang Kematian Massal!!!
Dr. Iswadi Serukan Penghormatan Nasional atas Wafatnya Teungku Nyak Sandang
Dr. Iswadi: Reshuffle Kabinet Harus Perkuat Integritas dan Teknokrasi, Bukan Sekadar Kompromi Politik
DPP PJS Kumpulkan Pimpinan DPD Se-Indonesia, Bahas Persiapan Final Konstituen Dewan Pers
Dr. Iswadi Tanggapi Isu Reshuffle Kabinet Merah Putih: Momentum Evaluasi dan Penguatan Kinerja Pemerintahan
Ketum SPBI Dr. Iswadi Ajak Masyarakat Jaga Persatuan dan Kepercayaan Publik Menuju Indonesia Stabil dan Maju 2029
Menjaga Marwah Demokrasi: Dr. Iswadi Tolak Narasi Menjatuhkan Pemerintahan di Luar Mekanisme Konstitusi
Menjaga Marwah Demokrasi: Dr. Iswadi Tolak Narasi Menjatuhkan Pemerintahan di Luar Mekanisme Konstitusi

Berita Terkait

Jumat, 10 April 2026 - 06:15 WIB

Prof Sutan Nasomal Amerika Mengirimkan Pasukan Ke Gerbang Kematian Sendiri Mengerikan Tantang Kematian Massal!!!

Kamis, 9 April 2026 - 21:25 WIB

Dr. Iswadi Serukan Penghormatan Nasional atas Wafatnya Teungku Nyak Sandang

Rabu, 8 April 2026 - 07:02 WIB

DPP PJS Kumpulkan Pimpinan DPD Se-Indonesia, Bahas Persiapan Final Konstituen Dewan Pers

Selasa, 7 April 2026 - 21:56 WIB

Dr. Iswadi Tanggapi Isu Reshuffle Kabinet Merah Putih: Momentum Evaluasi dan Penguatan Kinerja Pemerintahan

Selasa, 7 April 2026 - 15:53 WIB

Ketum SPBI Dr. Iswadi Ajak Masyarakat Jaga Persatuan dan Kepercayaan Publik Menuju Indonesia Stabil dan Maju 2029

Berita Terbaru