Kriteria Guru Ideal Versi Dr. Iswadi, M.Pd

- Jurnalis

Sabtu, 1 November 2025 - 20:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta : Dalam pandangan Dr. Iswadi, M.Pd, guru bukan sekadar profesi yang dijalani untuk mencari nafkah, melainkan sebuah panggilan jiwa dan tanggung jawab moral yang luhur. Guru adalah sosok sentral dalam proses peradaban bangsa; di tangan merekalah masa depan anak-anak dibentuk, nilai nilai ditanamkan, dan arah bangsa ditentukan. Oleh karena itu, guru ideal bagi Dr. Iswadi bukan hanya mereka yang cakap mengajar, tetapi juga yang memiliki integritas, visi kemanusiaan, dan komitmen terhadap perubahan sosial.

Guru ideal pertama tama harus menjadi teladan dalam karakter dan integritas. Dalam setiap gerak dan kata, guru adalah contoh hidup bagi peserta didiknya. Kejujuran, disiplin, tanggung jawab, empati, serta kesederhanaan menjadi nilai yang mesti tampak dalam diri seorang guru. Dr. Iswadi menegaskan bahwa pendidikan karakter tidak akan berhasil jika tidak dimulai dari sosok guru itu sendiri. Anak anak belajar bukan hanya dari apa yang mereka dengar, tetapi dari apa yang mereka lihat. Karena itu, guru ideal bukan sekadar pengajar pengetahuan, melainkan juga pembawa keteladanan moral.

Selanjutnya, guru ideal menurut Dr. Iswadi adalah mereka yang menjalani profesinya sebagai panggilan hati, bukan sekadar pekerjaan rutin Mengajar bukan sekadar tugas administratif, melainkan sebuah misi kemanusiaan. Guru dipandang sebagai agen perubahan (agent of change) yang memiliki tanggung jawab untuk membangun manusia seutuhnya. Dalam pandangan beliau, seorang guru yang bekerja hanya untuk menggugurkan kewajiban tidak akan mampu menyentuh nurani muridnya. Sebaliknya, guru yang bekerja dengan cinta dan dedikasi akan menyalakan semangat belajar, sekalipun dengan keterbatasan fasilitas.

ADVERTISEMENT

paralax

SCROLL TO RESUME CONTENT

Oplus_131072

Dr. Iswadi juga menekankan pentingnya kompetensi pedagogik, profesional, dan digital. Di era globalisasi dan kemajuan teknologi, guru tidak boleh terjebak pada metode tradisional semata. Mereka harus menguasai strategi pembelajaran yang kreatif, memahami karakteristik peserta didik, serta mampu menggunakan teknologi digital sebagai media pembelajaran. Guru yang ideal adalah pembelajar sepanjang hayat sosok yang tidak berhenti memperbarui diri dan terus mengembangkan wawasan agar selalu relevan dengan perubahan zaman. Menurut Dr. Iswadi, peningkatan kompetensi guru merupakan investasi terbesar dalam membangun mutu pendidikan bangsa.

Namun, kehebatan akademik tidaklah cukup. Guru ideal, kata Dr. Iswadi, juga harus memiliki kepekaan terhadap pembentukan karakter siswa. Pendidikan yang hanya menekankan aspek kognitif akan menghasilkan generasi yang pandai tetapi kering nilai. Oleh karena itu, guru dituntut mampu menyeimbangkan antara pengetahuan, sikap, dan keterampilan. Guru harus membimbing siswa menjadi manusia berkarakter kuat, berempati, dan bertanggung jawab terhadap diri sendiri maupun lingkungannya. Dalam konteks ini, guru berperan sebagai pembimbing jiwa, bukan sekadar pengisi kepala dengan teori.

Selain itu, Dr. Iswadi menyoroti pentingnya kemampuan guru dalam menjangkau konteks lokal tanpa kehilangan wawasan global. Indonesia adalah negara dengan keragaman sosial, budaya, dan geografis yang sangat luas. Guru ideal harus memahami kondisi lokal tempat mereka mengajar baik itu di daerah perkotaan maupun pelosok terpencil agar proses pendidikan menjadi relevan dan bermakna bagi peserta didik. Namun, guru juga harus mampu membuka cakrawala siswa terhadap tantangan dan peluang global. Dengan demikian, siswa tumbuh menjadi pribadi yang berakar pada nilai lokal tetapi mampu bersaing di tingkat dunia.

Dalam pandangan Dr. Iswadi, keberadaan guru ideal tidak akan terwujud tanpa sistem pendidikan yang memberdayakan dan menghargai guru. Ia sering mengingatkan bahwa guru tidak bisa diminta ideal jika negara tidak memberikan penghargaan yang layak. Kualitas pendidikan tidak akan meningkat jika guru terus dibiarkan bergulat dengan kesenjangan fasilitas, ketidakpastian status, dan rendahnya kesejahteraan. Karena itu, pemerintah harus menghadirkan kebijakan yang berpihak pada peningkatan kualitas, pelatihan berkelanjutan, serta kesejahteraan guru. Guru ideal lahir dari sistem yang adil, bukan dari tuntutan sepihak.

Dengan demikian, kriteria guru ideal versi Dr. Iswadi dapat disimpulkan dalam beberapa kata kunci keteladanan, panggilan hati, kompetensi, karakter, konteks, dan penghargaan sistemik. Keenam aspek ini saling berkaitan dan tidak dapat dipisahkan. Keteladanan menjadi fondasi moral, panggilan hati menjadi roh pengabdian, kompetensi menjadi daya profesional, pembentukan karakter menjadi arah tujuan, konteks lokal global menjadi ruang penerapan, dan penghargaan sistem menjadi dukungan struktural.

Dr. Iswadi percaya bahwa membangun guru ideal bukan hanya tugas lembaga pendidikan, tetapi juga tugas bangsa. Guru adalah pilar peradaban; jika gurunya kuat, maka bangsa akan kokoh. Sebaliknya, jika guru kehilangan arah, pendidikan akan kehilangan makna. Maka, guru ideal versi Dr. Iswadi adalah mereka yang menyalakan cahaya pengetahuan dengan hati yang tulus, membangun karakter dengan keteladanan, dan menumbuhkan harapan bagi masa depan bangsa.##

Berita Terkait

Prof Sutan Nasomal Amerika Mengirimkan Pasukan Ke Gerbang Kematian Sendiri Mengerikan Tantang Kematian Massal!!!
Dr. Iswadi Serukan Penghormatan Nasional atas Wafatnya Teungku Nyak Sandang
Dr. Iswadi: Reshuffle Kabinet Harus Perkuat Integritas dan Teknokrasi, Bukan Sekadar Kompromi Politik
DPP PJS Kumpulkan Pimpinan DPD Se-Indonesia, Bahas Persiapan Final Konstituen Dewan Pers
Dr. Iswadi Tanggapi Isu Reshuffle Kabinet Merah Putih: Momentum Evaluasi dan Penguatan Kinerja Pemerintahan
Ketum SPBI Dr. Iswadi Ajak Masyarakat Jaga Persatuan dan Kepercayaan Publik Menuju Indonesia Stabil dan Maju 2029
Menjaga Marwah Demokrasi: Dr. Iswadi Tolak Narasi Menjatuhkan Pemerintahan di Luar Mekanisme Konstitusi
Menjaga Marwah Demokrasi: Dr. Iswadi Tolak Narasi Menjatuhkan Pemerintahan di Luar Mekanisme Konstitusi

Berita Terkait

Jumat, 10 April 2026 - 06:15 WIB

Prof Sutan Nasomal Amerika Mengirimkan Pasukan Ke Gerbang Kematian Sendiri Mengerikan Tantang Kematian Massal!!!

Kamis, 9 April 2026 - 21:25 WIB

Dr. Iswadi Serukan Penghormatan Nasional atas Wafatnya Teungku Nyak Sandang

Rabu, 8 April 2026 - 07:02 WIB

DPP PJS Kumpulkan Pimpinan DPD Se-Indonesia, Bahas Persiapan Final Konstituen Dewan Pers

Selasa, 7 April 2026 - 21:56 WIB

Dr. Iswadi Tanggapi Isu Reshuffle Kabinet Merah Putih: Momentum Evaluasi dan Penguatan Kinerja Pemerintahan

Selasa, 7 April 2026 - 15:53 WIB

Ketum SPBI Dr. Iswadi Ajak Masyarakat Jaga Persatuan dan Kepercayaan Publik Menuju Indonesia Stabil dan Maju 2029

Berita Terbaru