Dr. Iswadi Kenang Sosok Guru Bahasa Indonesia yang Humanis dan Humoris: Pak Fadhli M. Nafi

- Jurnalis

Rabu, 5 November 2025 - 20:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta  :  Bagi setiap siswa, masa SMP adalah masa yang penuh kenangan masa pencarian jati diri, masa belajar mengenal dunia, dan masa di mana peran guru begitu besar membentuk cara berpikir dan berperilaku. Hal itu pula yang dirasakan oleh  Pakar Pendidikan Nasional Dr. Iswadi ketika mengenang sosok gurunya, Pak Fadhli M. Nafi , guru Bahasa Indonesia yang humanis, humoris, dan selalu mengajarkan dengan hati.

Pak Fadhli bukan hanya guru Bahasa Indonesia, tetapi juga guru kehidupan, ujar Dr. Iswadi sambil tersenyum mengenang masa.masa itu. Beliau mengajarkan kami bukan sekadar tentang struktur kalimat atau jenis teks, tetapi juga bagaimana menggunakan bahasa untuk menyampaikan kebaikan dan menghargai orang lain.

Sebagai guru Bahasa Indonesia, Pak Fadhli dikenal memiliki metode mengajar yang kreatif dan menyenangkan. Ia mampu membuat pelajaran yang bagi sebagian siswa terasa membosankan menjadi hidup dan menarik. Ketika mengajarkan materi tentang menulis cerpen, misalnya, beliau sering meminta siswa menceritakan pengalaman lucu mereka sendiri, lalu menuliskannya dalam bentuk narasi. Tawa selalu memenuhi ruang kelas, tapi di balik keceriaan itu, ada proses belajar yang dalam tentang bagaimana kata kata bisa menghidupkan pengalaman dan menyalurkan emosi.

ADVERTISEMENT

paralax

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Dr. Iswadi, keistimewaan Pak Fadhli terletak pada kemampuannya membangun kedekatan dengan siswa. Ia tidak pernah membuat jarak antara guru dan murid. Dalam pandangannya, setiap anak memiliki potensi untuk berkembang, dan tugas seorang guru adalah membantu mereka menemukan suara dan keunikannya sendiri. “Pak Fadhli sering mengatakan, Bahasa adalah cermin kepribadian. Cara kamu berbicara dan menulis menunjukkan siapa kamu, kenang Dr. Iswadi.

Sifat humanis Pak Fadhli tampak dari cara beliau memahami kondisi setiap siswanya. Ia tahu kapan harus tegas, dan tahu kapan harus menenangkan. Jika ada siswa yang tampak murung atau kurang bersemangat, beliau tidak segan menghampiri dan menanyakan penyebabnya. Pendekatan personal seperti ini membuat murid muridnya merasa diperhatikan dan dihargai. Ia tidak hanya menjadi pengajar, tetapi juga teman tempat curhat, bahkan ayah kedua di sekolah.

Selain humanis, humor adalah ciri khas Pak Fadhli yang paling diingat oleh banyak murid, termasuk Dr. Iswadi. Dalam setiap pelajaran, selalu ada canda yang mencairkan suasana. Kadang ia menyelipkan plesetan lucu saat menjelaskan makna kata atau gaya bahasa, sehingga siswa lebih mudah mengingatnya. Misalnya, ketika menjelaskan makna majas hiperbola, beliau dengan santai berkata, “Kalau kalian bilang ‘tugasnya segunung’, itu bukan berarti tugasnya pakai truk! Tapi begitulah cara bahasa membuat kita tersenyum.

Namaku Canggang

Terinspirasi dari pelajaran Bahasa Indonesia oleh Bapak M. Fadli M. Nafi

Namaku Canggang

tak lebih, tak kurang.

Canggang namaku

canggang pula tubuhku.

Sejak kecil aku hidup bersama lumpur,

diajarkan menanam padi sebelum mengeja kata,

belajar tentang sabar dari musim,

tentang harapan dari bibit yang ditanam dengan tangan sendiri.

Di bangku SMP Negeri 1 Muara Tiga,

aku tak hanya belajar tata bahasa,

tapi belajar makna hidup dari puisi

yang dibacakan oleh guru kami,

Bapak M. Fadli M. Nafi

dengan nada tenang namun penuh daya.

Puisi itu bukan sekadar tugas,

tapi cermin

yang menunjukkan siapa kami sebenarnya:

anak kampung yang tangguh,

yang tahu bahwa menanam itu butuh waktu,

dan kata-kata bisa tumbuh seperti padi,

jika dirawat dengan hati.

Namaku Canggang,

nama yang dulu sederhana,

tapi kini menyimpan kisah dan kenangan

tentang tanah yang membesarkan,

dan guru yang menyadarkan

bahwa bahasa bukan hanya pelajaran,

tapi jalan untuk mengenal diri

Namaku Canggang

Terinspirasi dari pelajaran Bahasa Indonesia oleh Bapak M. Fadli M. Nafi

Namaku Canggang,

tak lebih, tak kurang.

Canggang namaku

canggang pula tubuhku.

Sejak kecil aku hidup bersama lumpur,

diajarkan menanam padi sebelum mengeja kata,

belajar tentang sabar dari musim,

tentang harapan dari bibit yang ditanam dengan tangan sendiri.

Di bangku SMP Negeri 1 Muara Tiga,

aku tak hanya belajar tata bahasa,

tapi belajar makna hidup dari puisi

yang dibacakan oleh guru kami,

Bapak M. Fadli M. Nafi

dengan nada tenang namun penuh daya.

Puisi itu bukan sekadar tugas,

tapi cermin

yang menunjukkan siapa kami sebenarnya:

anak kampung yang tangguh,

yang tahu bahwa menanam itu butuh waktu,

dan kata-kata bisa tumbuh seperti padi,

jika dirawat dengan hati.

Namaku Canggang,

nama yang dulu sederhana,

tapi kini menyimpan kisah dan kenangan

tentang tanah yang membesarkan,

dan guru yang menyadarkan

bahwa bahasa bukan hanya pelajaran,

tapi jalan untuk mengenal diri

Gaya mengajar yang ringan namun penuh makna itu membuat pelajaran Bahasa Indonesia menjadi salah satu yang paling ditunggu setiap minggu. Para siswa tidak merasa sedang dipaksa belajar  melainkan diajak menikmati keindahan bahasa dan sastra. Dari sanalah, menurut Dr. Iswadi, tumbuh kecintaannya terhadap dunia literasi dan komunikasi yang kemudian membentuknya di jenjang pendidikan berikutnya.

Di luar kelas, Pak Fadhli juga sering melibatkan murid dalam kegiatan sekolah seperti lomba baca puisi, menulis artikel, atau pementasan drama pendek. Ia selalu memberi semangat agar siswa berani tampil dan percaya diri. Beliau percaya, setiap anak bisa berbicara indah kalau dia berbicara dari hati, kata Dr. Iswadi. Prinsip itu melekat dalam dirinya hingga kini, terutama dalam cara ia berkomunikasi di dunia akademik maupun profesional.

Waktu telah berlalu, dan Dr. Iswadi kini telah menjadi seorang akademisi yang sukses. Namun kenangan tentang Pak Fadhli M. Nafi tidak pernah pudar. Ia sering merenungi bahwa banyak hal yang ia capai hari ini berakar dari nilai nilai yang ditanamkan gurunya di masa SMP tentang kejujuran, kesantunan berbahasa, serta pentingnya empati dalam setiap interaksi.

Pak Fadhli mengajarkan kami bahwa bahasa bukan sekadar alat untuk berbicara, tapi juga sarana untuk menyentuh hati orang lain,  ujar Dr. Iswadi. “Beliau membuktikan bahwa menjadi guru bukan hanya mengajarkan pengetahuan, tetapi juga menumbuhkan kemanusiaan.”

Bagi Dr. Iswadi, sosok Pak Fadhli M. Nafi adalah contoh nyata guru sejati: humanis, humoris, dan inspiratif. Beliau tidak hanya meninggalkan ilmu, tetapi juga teladan bahwa pendidikan sejati adalah ketika seorang guru mampu membuat muridnya tidak hanya pandai berbicara, tetapi juga tahu kapan harus menggunakan kata dengan bijak.

Jika hari ini saya bisa berbicara dan menulis dengan rasa, itu karena dulu ada seorang guru Bahasa Indonesia yang mengajarkan saya tentang kekuatan kata,” tutur Dr. Iswadi menutup kisahnya dengan nada haru.##

 

Berita Terkait

Prof Sutan Nasomal Amerika Mengirimkan Pasukan Ke Gerbang Kematian Sendiri Mengerikan Tantang Kematian Massal!!!
Dr. Iswadi Serukan Penghormatan Nasional atas Wafatnya Teungku Nyak Sandang
Dr. Iswadi: Reshuffle Kabinet Harus Perkuat Integritas dan Teknokrasi, Bukan Sekadar Kompromi Politik
DPP PJS Kumpulkan Pimpinan DPD Se-Indonesia, Bahas Persiapan Final Konstituen Dewan Pers
Dr. Iswadi Tanggapi Isu Reshuffle Kabinet Merah Putih: Momentum Evaluasi dan Penguatan Kinerja Pemerintahan
Ketum SPBI Dr. Iswadi Ajak Masyarakat Jaga Persatuan dan Kepercayaan Publik Menuju Indonesia Stabil dan Maju 2029
Menjaga Marwah Demokrasi: Dr. Iswadi Tolak Narasi Menjatuhkan Pemerintahan di Luar Mekanisme Konstitusi
Menjaga Marwah Demokrasi: Dr. Iswadi Tolak Narasi Menjatuhkan Pemerintahan di Luar Mekanisme Konstitusi

Berita Terkait

Jumat, 10 April 2026 - 06:15 WIB

Prof Sutan Nasomal Amerika Mengirimkan Pasukan Ke Gerbang Kematian Sendiri Mengerikan Tantang Kematian Massal!!!

Kamis, 9 April 2026 - 21:25 WIB

Dr. Iswadi Serukan Penghormatan Nasional atas Wafatnya Teungku Nyak Sandang

Rabu, 8 April 2026 - 07:02 WIB

DPP PJS Kumpulkan Pimpinan DPD Se-Indonesia, Bahas Persiapan Final Konstituen Dewan Pers

Selasa, 7 April 2026 - 21:56 WIB

Dr. Iswadi Tanggapi Isu Reshuffle Kabinet Merah Putih: Momentum Evaluasi dan Penguatan Kinerja Pemerintahan

Selasa, 7 April 2026 - 15:53 WIB

Ketum SPBI Dr. Iswadi Ajak Masyarakat Jaga Persatuan dan Kepercayaan Publik Menuju Indonesia Stabil dan Maju 2029

Berita Terbaru