Klikindonesia, Jakarta : Kevin Tennov Wicaksono menyampaikan rasa syukur dan apresiasi yang mendalam atas kesempatan mendapatkan bimbingan dari Dr. Iswadi, M.Pd. dalam proses penyusunan laporan magangnya. Bagi Kevin, pengalaman tersebut bukan hanya sekadar proses akademik yang harus dilalui sebagai bagian dari kewajiban perkuliahan, tetapi juga menjadi momen pembelajaran yang sangat berarti dalam perjalanan pengembangan kapasitas diri, khususnya dalam bidang penulisan ilmiah.
Sebagai mahasiswa yang masih berada pada tahap belajar dan terus mengasah kemampuan akademiknya, Kevin menyadari bahwa menyusun laporan magang bukanlah hal yang sederhana. Laporan tersebut tidak hanya menuntut kelengkapan data dan sistematika penulisan yang benar, tetapi juga membutuhkan ketelitian dalam penggunaan bahasa, ketepatan dalam menyusun argumen, serta kemampuan menyampaikan gagasan secara runtut dan logis. Dalam proses inilah, peran dosen pembimbing menjadi sangat penting.
Kevin menuturkan bahwa sejak awal proses bimbingan, ia merasakan suasana yang nyaman dan terbuka. Menurutnya, Dr. Iswadi, M.Pd. selalu memberikan arahan dengan jelas, detail, dan mudah dipahami. Setiap penjelasan disampaikan secara sistematis sehingga memudahkan dirinya untuk memahami bagian-bagian yang perlu diperbaiki maupun dikembangkan lebih lanjut. Hal ini membuat proses revisi tidak terasa sebagai beban, melainkan sebagai bagian dari pembelajaran yang membangun.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Selama proses bimbingan, saya tidak pernah merasa ragu untuk bertanya. Setiap kendala yang saya alami selalu mendapatkan penjelasan yang solutif dan membimbing, ungkap Kevin. Ia menambahkan bahwa keterbukaan dalam komunikasi menjadi salah satu faktor penting yang membuat proses penyusunan laporan berjalan dengan lancar.
Tidak hanya memberikan arahan secara umum, dosen pembimbingnya juga dikenal sabar dalam memberikan revisi secara bertahap. Setiap kesalahan atau kekurangan dalam penulisan dijelaskan dengan rinci, disertai contoh konkret yang relevan. Pendekatan ini membantu Kevin memahami letak kesalahan secara lebih mendalam, bukan sekadar memperbaiki secara teknis, tetapi juga memahami alasan akademis di balik setiap perbaikan yang dilakukan.
Lebih dari itu, Kevin merasakan bahwa proses bimbingan tersebut telah meningkatkan pemahamannya mengenai pentingnya struktur dalam penulisan ilmiah. Ia menjadi lebih menyadari bahwa setiap bab dan subbab dalam laporan harus memiliki keterkaitan yang jelas dan saling mendukung. Penyusunan latar belakang, rumusan masalah, tujuan, hingga pembahasan dan kesimpulan harus dirangkai secara logis agar menghasilkan karya tulis yang utuh dan berkualitas.
Selain aspek struktur, ketepatan penggunaan bahasa juga menjadi perhatian utama dalam proses bimbingan. Kevin belajar bagaimana memilih diksi yang tepat, menyusun kalimat efektif, serta menjaga konsistensi gaya bahasa akademik. Ia mengaku bahwa masukan masukan tersebut sangat membantu dalam membentuk kebiasaan menulis yang lebih disiplin dan sistematis.
Bagi Kevin, pengalaman ini tidak hanya berdampak pada kualitas laporan magang yang sedang disusunnya, tetapi juga pada perkembangan kepercayaan dirinya sebagai mahasiswa. Ia merasa lebih yakin terhadap kemampuannya dalam menyusun karya ilmiah setelah melalui proses bimbingan yang intensif dan konstruktif. Setiap revisi yang diberikan bukanlah bentuk kritik semata, melainkan dorongan untuk terus berkembang dan memperbaiki diri.
Bimbingan ini membuat saya lebih percaya diri. Saya menjadi lebih yakin bahwa saya mampu menyusun laporan yang layak dan berkualitas sesuai standar akademik, tuturnya.
Kevin juga menilai bahwa dedikasi dan komitmen dosen dalam membimbing mahasiswa merupakan bagian penting dari keberhasilan proses pendidikan di perguruan tinggi. Peran dosen tidak hanya sebagai pengajar di ruang kelas, tetapi juga sebagai pembimbing yang mendampingi mahasiswa dalam menghasilkan karya ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan.
Sebagai penutup, Kevin menyampaikan terima kasih yang sebesar besarnya atas bimbingan, kesabaran, serta ilmu yang telah diberikan. Ia berharap pengalaman ini menjadi bekal berharga dalam perjalanan akademik dan profesionalnya di masa depan. Menurutnya, proses pembelajaran yang ia jalani bersama dosen pembimbing akan selalu menjadi pengingat bahwa kualitas sebuah karya tidak hanya ditentukan oleh hasil akhir, tetapi juga oleh proses yang dilalui dengan penuh kesungguhan dan arahan yang tepat.
Pengalaman ini sekaligus menjadi refleksi bahwa kolaborasi yang baik antara mahasiswa dan dosen pembimbing mampu menghasilkan proses akademik yang tidak hanya produktif, tetapi juga inspiratif dan membangun karakter. ##











