Melawan dengan Pena: Dr. Iswadi dan Gagasan Pendidikan untuk Keadilan Sosial

- Jurnalis

Rabu, 12 November 2025 - 06:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta: Dalam setiap masa, selalu ada sosok yang memilih jalan sunyi untuk berjuang. Ia tidak berteriak di jalanan, tidak mengangkat senjata, namun perjuangannya menembus batas waktu dan menyentuh nurani banyak orang. Sosok itu adalah Dr. Iswadi , seorang pendidik dan pemikir yang percaya bahwa pena bisa lebih tajam daripada pedang, dan bahwa pendidikan adalah senjata paling ampuh untuk melawan ketidakadilan sosial.

Dr. Iswadi tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan kesenjangan. Ia menyaksikan betapa pendidikan sering kali menjadi hak istimewa bagi mereka yang mampu, sementara anak anak dari keluarga miskin harus menundukkan kepala di hadapan nasib. Dari pengalaman itulah tumbuh keyakinan dalam dirinya bahwa pendidikan bukan semata urusan ruang kelas dan ujian, melainkan perjuangan untuk keadilan sebuah ikhtiar agar setiap manusia memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan bermartabat.

Baginya, kebodohan dan ketidakadilan adalah dua musuh besar yang saling menguatkan. Ketika seseorang tidak memiliki pengetahuan, ia mudah diperdaya, dan ketika ketidakadilan merajalela, akses terhadap pengetahuan semakin terbatas. Maka, melawan kebodohan berarti juga melawan ketidakadilan. Dr. Iswadi tidak memandang pendidikan sebagai proses menjejali kepala siswa dengan teori, tetapi sebagai proses membangkitkan kesadaran kritis kesadaran untuk memahami realitas sosial dan berani memperjuangkan perubahan.

ADVERTISEMENT

paralax

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam setiap kuliah dan tulisan tulisannya, Dr. Iswadi kerap menegaskan bahwa pendidikan harus berpihak pada yang lemah. Ia menolak sistem pendidikan yang hanya mencetak lulusan untuk kebutuhan pasar tanpa mempertimbangkan nilai kemanusiaan. Pendidikan yang demikian, katanya, hanya akan melahirkan manusia manusia yang pandai secara teknis, namun miskin empati dan keberanian moral. Bagi Dr. Iswadi, manusia berpendidikan sejati adalah mereka yang tidak hanya mampu berpikir, tetapi juga mampu merasa yang tidak hanya cerdas, tetapi juga peduli.

Gagasan Dr. Iswadi banyak dipengaruhi oleh pemikiran Paulo Freire dan para pendidik progresif lainnya. Namun, ia tidak sekadar menyalin konsep pendidikan pembebasan itu mentah mentah. Ia mengolahnya sesuai dengan konteks sosial dan budaya Indonesia. Ia menegaskan bahwa di negeri yang kaya sumber daya namun miskin pemerataan, pendidikan harus menjadi alat pemberdayaan rakyat. Ia menulis bahwa pendidikan sejati tidak membuat orang meninggalkan masyarakatnya, melainkan mengajarkannya untuk kembali, memperbaiki, dan membangun.

Dalam praktiknya, Dr. Iswadi menghidupkan gagasannya lewat tindakan nyata. Ia terlibat dalam berbagai program pendidikan seperti membimbing guru-guru muda untuk menjadi agen perubahan. Ia juga aktif menulis buku, artikel, dan esai yang menggugah kesadaran publik tentang pentingnya pendidikan yang berkeadilan. Pena menjadi senjatanya, dan kata kata menjadi pelurunya menembus dinding kebekuan sistem yang sering kali abai terhadap suara rakyat kecil.

Salah satu hal yang menonjol dari pemikiran Dr. Iswadi adalah keyakinannya bahwa pendidikan adalah proses memanusiakan manusia Ia menolak segala bentuk pendidikan yang menindas, baik secara halus maupun terang terangan. Ia menentang budaya belajar yang membuat murid takut salah, takut bertanya, dan takut berpikir berbeda. Bagi Dr. Iswadi, guru bukan penguasa di kelas, melainkan mitra dialog yang membuka ruang bagi tumbuhnya pemikiran bebas. Ia percaya, dari dialog yang jujur dan setara, lahirlah kesadaran kritis yang menjadi dasar dari perubahan sosial.

Di tengah dunia modern yang semakin kompetitif, di mana nilai manusia sering diukur dari gelar dan materi, suara Dr. Iswadi terasa seperti oase. Ia mengingatkan bahwa tujuan akhir pendidikan bukan sekadar mencetak orang sukses, tetapi membangun masyarakat yang adil dan beradab. Ilmu pengetahuan tanpa moralitas hanya akan melahirkan ketimpangan baru. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya menanamkan nilai-nilai kemanusiaan, solidaritas, dan tanggung jawab sosial dalam setiap jenjang pendidikan.

Warisan pemikiran Dr. Iswadi tidak berhenti pada teks dan teori. Ia hidup dalam semangat para murid dan pendidik yang terinspirasi olehnya. Setiap kali seorang guru menolak bersikap otoriter di kelas, setiap kali seorang siswa berani mempertanyakan ketimpangan di sekitarnya, di sanalah gagasan Dr. Iswadi berdenyut. Ia telah membuktikan bahwa perlawanan terhadap ketidakadilan tidak selalu membutuhkan teriakan keras kadang cukup dengan sebatang pena dan hati yang teguh.

Dalam dunia yang kian diwarnai oleh keserakahan dan ketimpangan, perjuangan Dr. Iswadi menjadi pengingat bahwa pendidikan bukan proyek ekonomi, melainkan misi kemanusiaan. Melalui gagasan dan keteladanan, ia mengajarkan kita bahwa pena dapat menjadi alat perlawanan, dan ilmu dapat menjadi jembatan menuju keadilan sosial. Sebuah warisan berharga dari seorang guru bangsa yang memilih untuk melawan dengan pena, demi pendidikan yang memerdekakan dan berkeadilan.

Berita Terkait

Prof Sutan Nasomal Amerika Mengirimkan Pasukan Ke Gerbang Kematian Sendiri Mengerikan Tantang Kematian Massal!!!
Dr. Iswadi Serukan Penghormatan Nasional atas Wafatnya Teungku Nyak Sandang
Dr. Iswadi: Reshuffle Kabinet Harus Perkuat Integritas dan Teknokrasi, Bukan Sekadar Kompromi Politik
DPP PJS Kumpulkan Pimpinan DPD Se-Indonesia, Bahas Persiapan Final Konstituen Dewan Pers
Dr. Iswadi Tanggapi Isu Reshuffle Kabinet Merah Putih: Momentum Evaluasi dan Penguatan Kinerja Pemerintahan
Ketum SPBI Dr. Iswadi Ajak Masyarakat Jaga Persatuan dan Kepercayaan Publik Menuju Indonesia Stabil dan Maju 2029
Menjaga Marwah Demokrasi: Dr. Iswadi Tolak Narasi Menjatuhkan Pemerintahan di Luar Mekanisme Konstitusi
Menjaga Marwah Demokrasi: Dr. Iswadi Tolak Narasi Menjatuhkan Pemerintahan di Luar Mekanisme Konstitusi

Berita Terkait

Jumat, 10 April 2026 - 06:15 WIB

Prof Sutan Nasomal Amerika Mengirimkan Pasukan Ke Gerbang Kematian Sendiri Mengerikan Tantang Kematian Massal!!!

Kamis, 9 April 2026 - 21:25 WIB

Dr. Iswadi Serukan Penghormatan Nasional atas Wafatnya Teungku Nyak Sandang

Rabu, 8 April 2026 - 07:02 WIB

DPP PJS Kumpulkan Pimpinan DPD Se-Indonesia, Bahas Persiapan Final Konstituen Dewan Pers

Selasa, 7 April 2026 - 21:56 WIB

Dr. Iswadi Tanggapi Isu Reshuffle Kabinet Merah Putih: Momentum Evaluasi dan Penguatan Kinerja Pemerintahan

Selasa, 7 April 2026 - 15:53 WIB

Ketum SPBI Dr. Iswadi Ajak Masyarakat Jaga Persatuan dan Kepercayaan Publik Menuju Indonesia Stabil dan Maju 2029

Berita Terbaru