Gelombang Unjuk Rasa Meluas, Dr. Iswadi Minta Pemerintah Jamin Keamanan dan Stabilitas Nasional

- Jurnalis

Sabtu, 30 Agustus 2025 - 17:04 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

Acehklikindonesia

Jakarta: Seiring dengan meningkatnya ketidakpuasan di kalangan masyarakat, gelombang unjuk rasa yang meluas di berbagai kota di Indonesia telah menjadi sorotan utama dalam beberapa pekan terakhir. Rangkaian demonstrasi ini dipicu oleh sejumlah isu yang dirasa semakin membebani rakyat, mulai dari kebijakan ekonomi yang dianggap tidak pro-rakyat hingga masalah-masalah sosial yang semakin menekan kehidupan masyarakat. Salah satu figur yang turut mengomentari situasi ini adalah Dr. Iswadi, seorang tokoh publik dan pakar dalam bidang ilmu sosial, yang mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi ini. Ia juga menegaskan pentingnya pemerintah untuk menjamin keamanan dan stabilitas nasional agar proses demokrasi tetap berjalan dengan baik dan efektif.

Dr. Iswadi memandang gelombang unjuk rasa yang terjadi belakangan ini sebagai sebuah fenomena sosial yang perlu dilihat secara jernih dan objektif. “Demonstrasi merupakan bagian dari hak konstitusional masyarakat untuk menyampaikan pendapat dan ketidakpuasan mereka terhadap kebijakan pemerintah. Namun, ketika demonstrasi ini meluas dan berkembang menjadi gerakan massa yang lebih besar, maka perlu ada langkah-langkah preventif yang diambil oleh pemerintah untuk menjaga agar situasi tetap terkendali,” ujarnya dalam sebuah wawancara khusus dengan para awak media melalui telpon seluler

ADVERTISEMENT

paralax

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Dr. Iswadi, salah satu hal yang harus menjadi perhatian utama pemerintah adalah memastikan bahwa setiap warga negara dapat mengekspresikan ketidakpuasannya dengan cara yang damai dan tidak merusak ketertiban umum. Dalam hal ini, aparat keamanan memiliki peran yang sangat penting, tidak hanya dalam menjaga ketertiban, tetapi juga dalam mencegah terjadinya kekerasan yang dapat merugikan banyak pihak.

“Keamanan dan stabilitas nasional adalah hal yang sangat krusial. Jika pemerintah tidak mampu menjaga keduanya, maka bukan hanya ekonomi yang akan terganggu, tetapi juga proses demokrasi itu sendiri akan terhambat,” tegas Dr. Iswadi. Ia menambahkan bahwa demonstrasi yang terjadi seharusnya menjadi sarana untuk mencari solusi bagi permasalahan yang ada, bukan untuk memperburuk keadaan.

Salah satu isu yang menjadi sorotan dalam unjuk rasa tersebut adalah masalah ekonomi. Harga barang yang terus merangkak naik, pengangguran yang masih tinggi, dan ketidakpastian ekonomi global yang mempengaruhi Indonesia menjadi beberapa alasan utama di balik ketidakpuasan masyarakat. Di samping itu, kebijakan pemerintah yang dinilai tidak berpihak pada kesejahteraan rakyat, seperti kenaikan tarif pajak atau pengurangan subsidi, juga menjadi pemicu ketegangan.

“Ketika rakyat merasa kebijakan pemerintah tidak lagi mencerminkan kepentingan mereka, mereka akan bersuara. Dan unjuk rasa adalah salah satu cara yang sah untuk menyampaikan ketidakpuasan tersebut,” ujar Dr. Iswadi. Namun, ia juga mengingatkan bahwa di tengah eskalasi ketidakpuasan, pemerintah harus hadir dengan solusi yang konkret dan cepat, bukan hanya dengan pendekatan represif yang justru dapat memperburuk keadaan.

Dr. Iswadi juga mengungkapkan kekhawatirannya tentang potensi dampak sosial dari ketidakstabilan ini, yang dapat merusak hubungan antar kelompok di masyarakat. “Jika tidak ditangani dengan bijak, demonstrasi yang dimulai dengan tuntutan yang sah bisa berpotensi memicu konflik horizontal di masyarakat. Oleh karena itu, sangat penting bagi pemerintah untuk membuka ruang dialog yang luas dengan masyarakat. Hal ini tidak hanya akan membantu menemukan solusi yang lebih baik, tetapi juga mengurangi ketegangan yang ada,” ujarnya.

Lebih lanjut, Dr. Iswadi mengingatkan bahwa negara memiliki tanggung jawab untuk menjaga agar setiap warga negara merasa aman dan terlindungi. “Ini adalah tugas negara untuk memastikan agar hak-hak dasar setiap warga negara, termasuk hak untuk berdemonstrasi secara damai, tetap terjaga. Namun, harus ada batasan yang jelas dalam pelaksanaannya, untuk menghindari anarkisme yang bisa merusak tatanan sosial,” tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, Dr. Iswadi juga menekankan bahwa keamanan dan stabilitas nasional tidak hanya tanggung jawab aparat keamanan, tetapi juga seluruh elemen masyarakat. Masyarakat yang sadar dan peduli akan pentingnya menjaga ketertiban, akan lebih mudah untuk menghindari terjadinya perpecahan yang bisa memperburuk keadaan. Oleh karena itu, edukasi mengenai pentingnya sikap toleransi dan saling menghargai antar sesama sangat diperlukan di tengah situasi seperti ini.

Sebagai penutup, Dr. Iswadi mengingatkan bahwa dalam situasi yang penuh tantangan ini, pemerintah harus bergerak cepat dan bijaksana dalam mengambil langkah-langkah kebijakan. Keamanan dan stabilitas nasional harus dijaga dengan sebaik-baiknya, namun harus tetap sejalan dengan prinsip-prinsip demokrasi yang menjunjung tinggi kebebasan berekspresi. Pemerintah harus memastikan bahwa setiap suara rakyat didengar dan dipertimbangkan, agar tercipta sebuah dialog yang konstruktif dan solusi yang terbaik untuk kesejahteraan bersama.

Gelombang unjuk rasa yang meluas ini, meskipun menantang, bisa menjadi momentum bagi perbaikan dan kemajuan bangsa, jika pemerintah mampu mengelola situasi ini dengan baik dan menjaga kestabilan nasional dalam kerangka demokrasi yang sehat.##

Ads

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Berita Terkait

Prof Sutan Nasomal Amerika Mengirimkan Pasukan Ke Gerbang Kematian Sendiri Mengerikan Tantang Kematian Massal!!!
Dr. Iswadi Serukan Penghormatan Nasional atas Wafatnya Teungku Nyak Sandang
Dr. Iswadi: Reshuffle Kabinet Harus Perkuat Integritas dan Teknokrasi, Bukan Sekadar Kompromi Politik
DPP PJS Kumpulkan Pimpinan DPD Se-Indonesia, Bahas Persiapan Final Konstituen Dewan Pers
Dr. Iswadi Tanggapi Isu Reshuffle Kabinet Merah Putih: Momentum Evaluasi dan Penguatan Kinerja Pemerintahan
Ketum SPBI Dr. Iswadi Ajak Masyarakat Jaga Persatuan dan Kepercayaan Publik Menuju Indonesia Stabil dan Maju 2029
Menjaga Marwah Demokrasi: Dr. Iswadi Tolak Narasi Menjatuhkan Pemerintahan di Luar Mekanisme Konstitusi
Menjaga Marwah Demokrasi: Dr. Iswadi Tolak Narasi Menjatuhkan Pemerintahan di Luar Mekanisme Konstitusi

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 10 April 2026 - 06:15 WIB

Prof Sutan Nasomal Amerika Mengirimkan Pasukan Ke Gerbang Kematian Sendiri Mengerikan Tantang Kematian Massal!!!

Kamis, 9 April 2026 - 21:25 WIB

Dr. Iswadi Serukan Penghormatan Nasional atas Wafatnya Teungku Nyak Sandang

Rabu, 8 April 2026 - 07:02 WIB

DPP PJS Kumpulkan Pimpinan DPD Se-Indonesia, Bahas Persiapan Final Konstituen Dewan Pers

Selasa, 7 April 2026 - 21:56 WIB

Dr. Iswadi Tanggapi Isu Reshuffle Kabinet Merah Putih: Momentum Evaluasi dan Penguatan Kinerja Pemerintahan

Selasa, 7 April 2026 - 15:53 WIB

Ketum SPBI Dr. Iswadi Ajak Masyarakat Jaga Persatuan dan Kepercayaan Publik Menuju Indonesia Stabil dan Maju 2029

Berita Terbaru