Jakarta– Klikindonesia.co
Tokoh pendidikan nasional dan pengamat kebijakan publik, Dr. Iswadi menyampaikan pandangan kritis terhadap arah kepemimpinan Menteri Keuangan yang baru dilantik, Purbaya Yudhi Sadewa, hanya satu hari setelah resmi menjabat. Dalam pernyataan tertulis yang disampaikan kepada media, Dr. Iswadi menyoroti pentingnya penguatan strategi fiskal dan komunikasi antar kementerian sebagai bagian dari
Dr. Iswadi Soroti Kepemimpinan Menteri Keuangan Purbaya, Sebut Fuad Bawazier sebagai Figur Potensial
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Klikindonesia.co – akarta : Tokoh pendidikan nasional dan pengamat kebijakan publik, Dr. Iswadi menyampaikan pandangan kritis terhadap arah kepemimpinan Menteri Keuangan yang baru dilantik, Purbaya Yudhi Sadewa, hanya satu hari setelah resmi menjabat. Dalam pernyataan tertulis yang disampaikan kepada media, Dr. Iswadi menyoroti pentingnya penguatan strategi fiskal dan komunikasi antar kementerian sebagai bagian dari konsolidasi awal kabinet ekonomi.
Saya melihat adanya kelemahan dalam pendekatan dua arah komunikasi antarkementerian serta koordinasi internal, ujar Dr. Iswadi. Ini bukan persoalan personal, tapi lebih pada urgensi untuk memperkuat fondasi fiskal dan arah kebijakan ekonomi nasional.
Dr. Iswadi menegaskan bahwa kritiknya tidak bermaksud menjatuhkan pihak tertentu, melainkan sebagai bagian dari kontribusi akademis dalam memperkuat tata kelola fiskal nasional. Ia juga menekankan bahwa perbaikan harus ditempuh melalui evaluasi menyeluruh terhadap sistem, bukan hanya individu.
Sebagai bagian dari masukan konstruktif, Dr. Iswadi menyebut nama Fuad Bawazier, mantan Menteri Keuangan, sebagai figur yang layak dipertimbangkan apabila terjadi penyesuaian kebijakan atau formasi kabinet ke depan.
Pak Fuad memiliki pengalaman panjang di bidang fiskal, termasuk saat menjabat sebagai Menteri Keuangan di era krisis. Ia juga aktif di berbagai lembaga strategis seperti MIND ID dan KPPU, lanjut Dr. Iswadi.
Menurutnya, rekam jejak Fuad Bawazier bukan sekadar catatan masa lalu, tetapi menunjukkan kapasitas dan jaringan yang masih sangat relevan dalam menghadapi tantangan ekonomi saat ini. Dr. Iswadi menekankan bahwa bila wacana perombakan kabinet atau penambahan peran teknokrat muncul, keterlibatan tokoh senior seperti Fuad patut dipertimbangkan.
Lebih lanjut, Dr. Iswadi menyerukan agar respons terhadap dinamika ini tidak dibawa ke ranah politik praktis. Ia meminta agar pernyataannya dipandang sebagai kontribusi untuk membuka ruang dialog nasional yang sehat dan transparan.
Kami berharap diskusi ini tidak dipolitisasi, melainkan dijadikan momentum untuk mengevaluasi kembali efektivitas kementerian strategis dalam menjawab tantangan ekonomi nasional dan global, ujarnya.
Ia juga menggarisbawahi bahwa siapapun yang memimpin Kementerian Keuangan harus mampu menyatukan visi fiskal lintas sektor, berorientasi pada stabilitas makro, dan mendengarkan aspirasi publik secara luas.
Pernyataan Dr. Iswadi memicu berbagai reaksi dari masyarakat dan pengamat. Sebagian menilai kritiknya terlalu cepat, namun banyak pula yang mengapresiasi keterbukaan pandangan sebagai bentuk kewaspadaan awal terhadap arah kebijakan ekonomi nasional.
Media turut menyoroti isu ini, menyebutnya sebagai alarm dini yang penting dalam proses transisi kepemimpinan di sektor keuangan.
Sebagai penutup, Dr. Iswadi berharap bahwa Menteri Keuangan Purbaya dapat menjawab tantangan ini dengan kinerja yang nyata dan komunikasi yang lebih terbuka ke depan. Bila tidak, ia menilai bahwa opsi menghadirkan kembali figur senior dan berpengalaman tetap terbuka demi memperkuat kepercayaan publik dan stabilitas ekonomi nasional.##













Komentar