Konflik Timur Tengah Picu Ketidakpastian Ekonomi, Dr. Iswadi Ajak Bangsa Bersatu Dukung Presiden Prabowo

- Jurnalis

Selasa, 17 Maret 2026 - 09:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Klikindonesia, Jakarta : Konflik yang terus memanas di kawasan Timur Tengah dalam beberapa waktu terakhir dinilai berpotensi memicu ketidakpastian ekonomi global. Ketegangan geopolitik yang melibatkan sejumlah negara di kawasan tersebut tidak hanya berdampak pada stabilitas politik regional, tetapi juga berpengaruh terhadap kondisi perekonomian dunia, terutama dalam sektor energi, perdagangan internasional, dan stabilitas pasar keuangan global.

Menanggapi kondisi tersebut, akademisi dan pengamat kebijakan publik Dr. Iswadi mengajak seluruh elemen bangsa untuk memperkuat persatuan nasional. Ia menilai bahwa dalam menghadapi situasi global yang tidak menentu, Indonesia membutuhkan soliditas dari seluruh komponen masyarakat agar mampu menjaga stabilitas ekonomi dan politik nasional.

Menurut Dr. Iswadi, konflik di Timur Tengah memiliki dampak luas terhadap perekonomian global karena kawasan tersebut merupakan salah satu pusat produksi energi dunia. Ketegangan yang meningkat dapat memicu fluktuasi harga minyak dan gas, yang pada akhirnya berdampak pada berbagai sektor ekonomi di banyak negara, termasuk Indonesia.

ADVERTISEMENT

paralax

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kondisi geopolitik global saat ini perlu dicermati dengan serius. Konflik di Timur Tengah tidak hanya berdampak pada negara-negara yang terlibat secara langsung, tetapi juga dapat memengaruhi stabilitas ekonomi dunia secara keseluruhan, ujar Dr. Iswadi dalam keterangannya.

Ia menjelaskan bahwa sebagai bagian dari ekonomi global, Indonesia tentu tidak sepenuhnya terlepas dari dampak dinamika internasional tersebut. Perubahan harga energi, gangguan pada jalur perdagangan, serta ketidakpastian pasar keuangan dapat memengaruhi kinerja ekonomi nasional apabila tidak diantisipasi dengan kebijakan yang tepat.

Dalam konteks tersebut, Dr. Iswadi menilai kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas nasional. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memberikan dukungan terhadap berbagai langkah yang diambil pemerintah dalam menghadapi tantangan ekonomi global yang semakin kompleks.

Menurutnya, dalam situasi penuh ketidakpastian seperti saat ini, persatuan bangsa menjadi faktor yang sangat penting. Perbedaan pandangan politik atau kepentingan kelompok seharusnya tidak menjadi penghalang bagi upaya bersama dalam menjaga stabilitas dan kemajuan bangsa.

Ini adalah momentum bagi seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat persatuan nasional. Dukungan terhadap pemerintah sangat penting agar berbagai kebijakan strategis dapat berjalan dengan baik dalam menghadapi tantangan global, kata Dr. Iswadi.

Ia juga menegaskan bahwa dukungan terhadap pemerintah tidak berarti meniadakan ruang kritik. Kritik yang konstruktif tetap diperlukan dalam sistem demokrasi untuk memastikan kebijakan yang diambil benar-benar berpihak pada kepentingan rakyat. Namun, kritik tersebut sebaiknya disampaikan secara objektif dan bertanggung jawab, sehingga tidak menimbulkan polarisasi yang dapat mengganggu stabilitas nasional.

Lebih lanjut, Dr. Iswadi menilai Indonesia memiliki sejumlah kekuatan yang dapat menjadi modal penting dalam menghadapi tekanan ekonomi global. Salah satunya adalah kekuatan pasar domestik yang besar serta potensi sumber daya alam yang melimpah. Selain itu, stabilitas politik yang relatif terjaga juga menjadi faktor penting yang dapat meningkatkan kepercayaan investor.

Ia menekankan bahwa kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, serta masyarakat luas sangat diperlukan untuk memperkuat fondasi ekonomi nasional. Dengan kerja sama yang solid, Indonesia diyakini mampu menghadapi berbagai tantangan yang muncul akibat dinamika global.

Dr. Iswadi juga mengingatkan pentingnya menjaga stabilitas sosial dan politik di dalam negeri. Menurutnya, situasi domestik yang kondusif akan memberikan ruang yang lebih luas bagi pemerintah untuk menjalankan berbagai program pembangunan serta kebijakan ekonomi yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Stabilitas dalam negeri adalah kunci penting bagi keberhasilan pembangunan ekonomi. Jika situasi nasional tetap kondusif, maka pemerintah akan lebih fokus dalam menghadapi tantangan global dan memperkuat ketahanan ekonomi nasional, jelasnya.

Selain itu, ia juga mengajak generasi muda untuk ikut berperan aktif dalam mendukung pembangunan nasional. Menurut Dr. Iswadi, generasi muda memiliki potensi besar dalam mendorong inovasi dan pengembangan sektor ekonomi baru yang dapat meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat global.

Dengan semangat kreativitas, penguasaan teknologi, serta kemampuan beradaptasi dengan perubahan zaman, generasi muda dapat menjadi kekuatan penting dalam memperkuat ekonomi nasional di tengah persaingan global yang semakin ketat.

Pada akhirnya, Dr. Iswadi berharap seluruh elemen bangsa dapat menempatkan kepentingan nasional di atas berbagai kepentingan lainnya. Dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi global yang dipicu oleh konflik geopolitik, persatuan dan kerja sama menjadi faktor yang sangat menentukan.

Dengan dukungan yang kuat dari seluruh masyarakat, ia optimistis Indonesia mampu menghadapi berbagai tantangan global sekaligus menjaga stabilitas ekonomi dan melanjutkan agenda pembangunan nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Persatuan, optimisme, dan semangat gotong royong diyakini akan menjadi kekuatan utama bangsa dalam menghadapi dinamika dunia yang terus berubah.##

Berita Terkait

Prof Sutan Nasomal Amerika Mengirimkan Pasukan Ke Gerbang Kematian Sendiri Mengerikan Tantang Kematian Massal!!!
Dr. Iswadi Serukan Penghormatan Nasional atas Wafatnya Teungku Nyak Sandang
Dr. Iswadi: Reshuffle Kabinet Harus Perkuat Integritas dan Teknokrasi, Bukan Sekadar Kompromi Politik
DPP PJS Kumpulkan Pimpinan DPD Se-Indonesia, Bahas Persiapan Final Konstituen Dewan Pers
Dr. Iswadi Tanggapi Isu Reshuffle Kabinet Merah Putih: Momentum Evaluasi dan Penguatan Kinerja Pemerintahan
Ketum SPBI Dr. Iswadi Ajak Masyarakat Jaga Persatuan dan Kepercayaan Publik Menuju Indonesia Stabil dan Maju 2029
Menjaga Marwah Demokrasi: Dr. Iswadi Tolak Narasi Menjatuhkan Pemerintahan di Luar Mekanisme Konstitusi
Menjaga Marwah Demokrasi: Dr. Iswadi Tolak Narasi Menjatuhkan Pemerintahan di Luar Mekanisme Konstitusi

Berita Terkait

Jumat, 10 April 2026 - 06:15 WIB

Prof Sutan Nasomal Amerika Mengirimkan Pasukan Ke Gerbang Kematian Sendiri Mengerikan Tantang Kematian Massal!!!

Kamis, 9 April 2026 - 21:25 WIB

Dr. Iswadi Serukan Penghormatan Nasional atas Wafatnya Teungku Nyak Sandang

Rabu, 8 April 2026 - 07:02 WIB

DPP PJS Kumpulkan Pimpinan DPD Se-Indonesia, Bahas Persiapan Final Konstituen Dewan Pers

Selasa, 7 April 2026 - 21:56 WIB

Dr. Iswadi Tanggapi Isu Reshuffle Kabinet Merah Putih: Momentum Evaluasi dan Penguatan Kinerja Pemerintahan

Selasa, 7 April 2026 - 15:53 WIB

Ketum SPBI Dr. Iswadi Ajak Masyarakat Jaga Persatuan dan Kepercayaan Publik Menuju Indonesia Stabil dan Maju 2029

Berita Terbaru